Supports x.com and twitter.com
If the tweet link contains a recognizable status id, the tool will try to parse its media assets.
Dibuat untuk tautan tweet x.com dan twitter.com. Mendukung video publik, animated GIF, dan tweet multi-gambar, dengan prioritas mengembalikan MP4 atau aset gambar yang dapat di-download.
If the tweet link contains a recognizable status id, the tool will try to parse its media assets.
Media diambil dulu dari data tweet publik, lalu bila perlu memakai akses tamu sebagai fallback. Anda tidak perlu login akun.
Video tweet mengembalikan MP4. Animated GIF di X/Twitter biasanya juga MP4. Tweet multi-gambar mengembalikan daftar download gambar.
Salin URL tweet publik dari x.com atau twitter.com. Selama status id dapat dikenali di tautan, parsing dapat dicoba.
Alat memeriksa video, animated GIF, dan gambar di tweet, lalu menampilkan item download berdasarkan kualitas atau urutan aset.
Video dan animated GIF biasanya disimpan sebagai MP4. Gambar disimpan dari aset gambar asli, cocok untuk mengatur materi tweet.
Petunjuk berita, demo produk, cuplikan tutorial, atau konten video yang dipublikasikan dapat diurai menjadi file MP4 untuk arsip.
Animated GIF di X/Twitter bukan file GIF tradisional, melainkan aset video. Halaman akan mengembalikannya sebagai item download video agar mudah dikonversi nanti.
Jika satu tweet berisi beberapa gambar, hasil parsing akan mengembalikan aset gambar, cocok untuk mengatur screenshot acara, gambar produk, atau gambar referensi.
Menyimpan media tweet langsung dari browser sering terkena redirect dan batasan lintas origin. Tombol download memberi jalur simpan yang lebih stabil.
Akun terlindungi, tweet yang dihapus, atau konten dengan batasan umur atau wilayah biasanya tidak dapat mengembalikan media yang bisa di-download.
Jika video tweet menyediakan beberapa bitrate, alat akan berusaha menempatkan MP4 dengan bitrate lebih tinggi di depan agar mudah di-download langsung.
Yes. Public tweet links from x.com and twitter.com are both supported.
No manual login is required in the first version. It uses public syndication data and an automatic guest token.
The tweet may not be publicly accessible, may contain no media, may be age or region restricted, or the platform API may have changed temporarily.